Senin, 20 Februari 2012

Minyak Pelumas ( oli )


Minyak pelumas untuk mesin atau kita kenal juga dengan istilah oli , harus mampu melumasi bagian - bagian mesin yang bergesekkan agar tidak cepat aus. Dalam mesin kita sudah mengenal dan mengetahui bahwa banyak sekali bagian yang saling bergesekkan. Untuk itu penggunaan minyak pelumas bagi mesin sangat - sangatlah dibutuhkan. Seperti telah kita ketahui juga bahwa minyak pelumas yang beredar di pasaran sangatlah banyak macam dan merknya , dan mereka saling bersaing menonjolkan kelebihannya masing - masing. Mungkin bagi Anda yang cuma sedikit mengenal dunia otomotif hanya akan mengenal merk - merk besar sebagai minyak pelumas yang bagus. Namun pada dasarnya semua minyak pelumas adalah bagus. Kenapa ? Karena setiap produsen minyak pelumas sudah mendaftarkan produknya ke badan asosiasi otomotif internasional  untuk mendapatkan kelas atau peringkat dari produk minyak pelumas mereka. Namun banyaknya pemalsuan minyak pelumaslah yang membuat kadang pembeli oli menjadi kecewa , karena kualitas minyak pelumasnya tak seperti yang diiklankan di televisi. Jadi kali ini saya akan menjelaskan kepada Anda mengenai minyak pelumas dan agar Anda juga dapat menentukkan minyak pelumas apa yang cocok untuk mesin kendaraan Anda.

Minyak pelumas pada mesin harus memiliki syarat sebagai berikut:
  1. Viskositas : Viskositas adalah kekentalan dari minyak pelumas. Kekentalan minyak pelumas haruslah sesuai dengan kebutuhan yang akan dilumasi. Sebagai contoh adalah kekentalan minyak pelumas untuk mesin berbeda dengan kekentalan minyak pelumas yang dipakai untuk gardan.
  2. Harus memiliki daya lekat yang baik (oil film ) . Saat melumasi komponen yang bergesekkan , minyak pelumas harus mampu menempel pada komponen - komponen mesin yang bergesekkan dengan sangat baik. Maka dari itu minyak pelumas yang sudah terlalu lama dipakai harus diganti , karena daya lekat ( oil film ) sudah tidak baik. Dan jika minyak pelumas yang sudah terlalu lama dipakai tak diganti , maka komponen - komponen mesin yang saling bergesekkan itu akan saling menggesek dan menyebabkan keausan.
  3. Tidak mudah bercampur dengan barang yang lain. Maksudnya adalah minyak pelumas tidak bisa menyatu dengan zat - zat lainnya. Kecuali minyak pelumas yang memang khusus untuk oli samping, karena minyak pelumas tersebut dapat bercampur dengan bensin namun tetap minyak pelumas itu tidak boleh mudah bercampur dengan zat - zat kimia lainnya seperti karbon , dan lain - lain. Jika hal itu terjadi berarti kualitas minyak pelumas menjadi tidak baik lagi. 
  4. Memiliki sifat membersihkan. Pada saat komponen - komponen saling bergesekkan , kemungkinan akan tetap terjadi gesekkan walaupun cuma sedikit sekali. Biasanya hal ini terjadi pada saat mesin baru dihidupkan, karena minyak pelumas belum melumasi bagian - bagian yang bergesekkan tersebut dan minyak pelumas tersebut masih berada dalam bak oli ( atau belum bersikulasi untuk melumasi ) Untuk itulah minyak pelumas harus mampu membersihkan serbuk - serbuk bekas gesekkan tersebut.
  5. Memiliki titik nyala yang tinggi dan sukar menguap. Pada mesin yang sedang hidup , maka suhu dari mesin akan naik . Untuk itulah minyak pelumas tidak boleh cepat menguap , karena minyak pelumas akan cepat habis dengan sendirinya bila cepat menguap. Selain itu pula minyak pelumas harus memiliki titik nyala yang tinggi, karena jika titik nyala nya rendah maka minyak pelumas akan terbakar dan menyala . Tidak lucu kan kalau minyak pelumas dalam mesin anda menyala dan menimbulkan api.
  6. Mudah memindahkan panas dan memiliki titik beku yang rendah. Dalan hal ini minyak pelumas juga harus mampu menyerap panas dari komponen - komponen yang bergesekkan sehingga pemuaian yang berlebihan dapat dihindari. Namun di saat suhu yang rendah minyak pelumas juga tidak boleh membeku. Oleh karena itu kekentalan minyak pelumas yang digunakan di negara tropis dengan negara yang mengalami musim salju berbeda. 
Seperti telah saya jelaskan dalam bagian pendahuluan bahwa setiap produk minyak pelumas sudah mendaftarkan produknya ke lembaga asosiasi otomotif intenasional. Maka pada saat kita membeli minyak pelumas , akan terlihat dan tertera tulisan SAE.SAE adalah kepanjangan dari Society of Automotive Engineers. Dan ada juga minyak pelumas yang menambahkan tanda berdasarkan bahan tambahan yaitu American Petrolium Institute , untuk spesifikasi ini diberikan kode " S " untuk mesin bensin sedangkan kode " C " untuk mesin diesel. Dibelakang kode tersebut akan ditambahkan kode yang menunjukkan peringkat kualitas minyak pelumas. , dengan huruf A, B, C, D, dan seterusnya. Dimana huruf A adalah peringkat kualitas oli yang  rendah , dan semakin kode nya mengarah ke huruf akhir yaitu Z berarti kualitas peringkat olinya lebih baik . Contoh kode untuk mesin bensin adalah : SA , SB , SC dan seterusnya . Dan contoh kode untuk mesin diesel adalah : CA, CB, CC dan seterusnya.

Macam - macam sistem pelumasan


Seperti telah saya jelaskan dalam postingan sebelumnya tentang kegunaan dan fungsi sistem pelumasan, maka sekarang saya akan menjelaskan macam - macam sistem pelumasan . Sistem pelumasan pada kendaraan baik mobil atau sepeda motor dapat kita kelompokkan menjadi 3 macam.

1. Jenis percik ( splash type)
Pada jenis ini stang seher dilengkapi dengan sendok yang berada pada ujung bagian bawah dari stang seher . Sehingga saat  mesin berputar, maka sendok pemercik akan memercikan oli yang di bak oli ke dinding silinder dan bearing. Jenis ini memiliki konstruksi yang sangat sederhana , namun sulit untuk melumasi bagian - bagian yang memiliki celah lebih sempit . Karena itu sistem pelumasan tipe ini sudah tidak lagi digunakan.

2. Jenis tekanan ( pressure feed type )
Pada jenis ini sistem pelumasan menggunakan pompa oli yang berguna untuk mensirkulasikan minyak pelumas.  Jenis inilah yang sekarang digunakan pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor.
Adapun pompa oli yang digunakan ada bermacam - macam yaitu :
  • model roda gigi ( gear type )
  • model trocoid 
Mengenai sistem pelumasan tipe ini akan saya bahas tersendiri dalam postingan saya berikutnya.

3. Jenis kombinasi
Pada sistem pelumas tipe ini adalah penggabungan dari sistem pelumas tipe 1 dan tipe 2 .

Komponen - komponen sistem pelumasan jenis tekanan


Sekarang saya akan menjelaskan komponen - komponen yang digunakan dalam sistem pelumasan jenis tekanan , Komponen - komponennya adalah :
1.      OIL SCREEN adalah saringan oli yang dipasangkan pada saluran masuk pompa , berfungsi untuk menyaring benda - benda kasar agar pompa tidak rusak.
2.    OIL PAN adalah tempat penampung minyak pelumas yang akan disirkulasikan oleh pompa oli.
3.    OIL PUMP adalah berfungsi untuk menghisap dan menekan minyak pelumas ke bagian - bagian mesin yang memerlukan pelumasan. Minyak pelumas yang dihisap terlebih dahulu disaring oleh oil screen.
4.    OIL FILTER adalah komponen sitem pelumas yang berfungsi untuk menyaring kotoran - kotoran halus dalam oli agar tidak merusak bearing dan bagian - bagian mesin yang presisi. Oil filter ini juga dilengkapi dengan katup pengaman ( by pass valve ) yang berguna untuk menyalurkan langsung minyak pelumas ke bagian - bagian mesin jika saringan tersumbat.
5.     OIL PRESSURE SWITCH  adalah bagian sistem pelumasan yang berguna untuk mensensor tekanan minyak pelumasan. Alat ini dipasangkan pada saluran utama dan juga dihubungkan dengan lampu dial indicator. Sehingga jika lampu menyala , pengemudi akan tau bahwa tekanan minyak pelumas rendah. Sedangkan jika lampu mati maka tekanan minyak pelumasan adalah normal. 

Kebocoran oli pada mesin Sepeda Motor


Salah satu penyebah rusaknya mesin adalah oli mesin yang kurang jumlahnya atau bahkan habis. Hal iini sering terjadi pada mesin sepeda motor , karena pengendaraan atau pemilik sepeda motor sering menganggap kebocoran oli yang terjadi hanya sedikit saja. Memang kebocoran yang terjadi sering tidak menimbulkan tetesan pada lantai , namun hanya nampak seperti olinya rembes saja. Namun hal ini lah yang sering dianggap sepele ternyata membuat oli dalam mesin cepat habis. Bila pemilik sepeda motor adalah orang yang bersih dalam merawat sepeda motornya , maka ketika sepeda motornya kotor maka dia akan segera mencuci. Akibatnya terkadang kebocoran oli yang rembes ini sering tidak nampak lagi karena sudah tersapu bersih sewaktu sepeda motor dicuci. Pesan saya janganlah menganggap kebocoran kecil yang terjadi sebagai kebocoran oli yang sedikit. Jika memang terjadi kebocoran sebaiknya anda segera atasi kebocoran oli itu , walaupun kebocoran oli itu tidak menetes. Karena kebocoran oli yang paling besar terjadi pada saat mesin hidup, dan saat sepeda motor berjalan. Makanya Anda tidak akan mengetahui kalau oli Anda menetes di  saat dalam perjalanan.

Kebocoran yang sering terjadi adalah pada posisi sebagai berikut:
  1. Tutup klep atau tutup katup: pada bagian ini dipasangkan o ring atau seal yang berguna untuk menjaga agar oli tidak bocor keluar. Pada tutup katup buang sering kali seal nya cepat rusak karena letaknya yang lebih dekat dengan saluran buang atau knalpot . Sehingga membuat karet seal menjadi cepat keras dan kaku karena panas dari gas buang. Pada sepeda motor bebek kelas 125 cc , sering terjadi kebocoran oli pada bagian ini. Berdasarkan pengamatan saya pada sepeda motor honda kharisma, seal dari tutup katup buang hampir tiap bulan mengalami kebocoran dan hampir tiap bulan harus segera diganti. Karena kebocoran pada bagian ini tidak bisa dianggap enteng . Sering motor kharisma ini mengalami kehabisan oli, jika kebocoran ini dibiarkan terus. 
  2. Seal gear depan ; pada bagian ini terdapat poros output dari transmisi atau perseneling yang berputar. Hal ini membuat seal menjadi cepat rusak karena harus tahan terhadap putaran dari poros tersebut. Namun sering yang tak dapat kita bedakan dan perhatikan kebocoran pada bagian ini adalah karena letaknya yang tersembunyi dan karena adanya pelumasan pada rantai , sehingga kita tidak bisa membedakan apakah kotornya karena oli rantai atau karena bocor dari oli mesin. 
  3. Seal pada kick starter : Pada saat engkol kita memutar poros dari kick starter dan juga memberikan tekanan ke bawah pada saat meng engkol sepeda motor, akibatnya seal akan mendapat gesekan dan tekanan dari poros kick starter. 
  4. Seal dari poros pengoper gigi : dalam mengendarai sepeda motor kita sering melakukan perpindahan gigi. Hal ini akan membuat gesekan antara poros pemindah gigi dan sealnya . Kekuatan dan keelatisan karet seal akan berkurang  lambat laun.
Demikianlah titik rawan kebocoran oli yang sering terjadi pada mesin sepeda motor. Bagian ini sering harus diperhatikan dan segeralah harus mendapat erhatian bila terjadi kebocoran pada bagian ini. Karena kebocoran pada bagian - bagian ini tidak bisa dianggap enteng.  Inilah bagaian - bagian yang paling rawan terhadap kebocoran oli yang paling besar dan membuat oli dapat cepat habis.

Jumat, 17 Februari 2012

CASIS GEOMETRI RODA



 

Bodi Integral
 Pada bodi integral, semua bagian karoseri seperti pintu, atap, fender dan lantai berfungsi sebagai rangka

·         Konstruksi bodi integral menyerupai konstruksi jembatan
·         Titik tumpu konstruksi terletak pada roda belakang dan depan


Tanda garis tebal adalah bagian pokok konstruksi rangka

Bahan :
Kebanyakan besi plat putih

Sifat – sifat secara umum :
·         Konstruksi rumit
·         Tidak dapat dimodifikasikan ( diubah jadi bak penumpang )
·         Dapat menerima beban lengkung dan puntir
·         Ringan
·         Reparasi sulit jika terjadi kecelakaan
·         Lebih aman bagi penumpang jika terjadi tabrakan

Penggunaan :
Mobil penumpang ( sedan ) umumnya bus


1.    Bodi Integral Tanpa Rangka
Semua bagian bodi atau karoseri ( seperti gambar ) merupakan rangka

2.    Bodi Integral Dengan Rangka

Pemasangan rangka memperkuat konstruksi body antara body dan rangka dipasang karet – karet untuk meredam getaran karoseri yang ditimbulkan suspensi


3.    Karoseri Pengaman


Bagian deformasi
Merubah energi gerak menjadi energi panas
 
Bagian ruang penumpang
·         Dikonstruksi sekuat mungkin, sehingga tidak mudah remuk
·         Bagian dalam tidak boleh terdapat bagian yang tajam dan keras
 



Pengujian ( standar    industri )

Setelah mobil dengan kecepatan 50 km/jam ditabrakkan tembok, maka :
·         Penumpang yang memakai sabuk pengaman tidak boleh terluka
·         Pintu – pintu mobil harus masih bisa dibuka


4.    Bentuk Profil Bodi Integral




5.    Pengukuran Bodi




Pengukuran bodi dilaksanakan jika :
·         Kendaraan telah mengalami kecelakaan / tabrakan
·         Ada kesalahan ukuran bodi yang diketahui dari sifat jalan kendaraan yang tidak baik, meskipun geometri roda (  wheel aligment ) telah disetel dengan baik